Selasa, 28 April 2020

Begini Posisi Tangan yang Benar Saat Bersepeda Agar Terhindar dari Cedera

Bersepeda

Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga luar ruangan yang menyenangkan. Namun tidak sedikit pula orang yang mengalami cedera setelah melakukan aktivitas ini. Biasanya cedera dialami di bagian tangan dan kaki, baik karena hand grip sepeda yang salah pilih, sepeda yang tidak nyaman digunakan, atau karena alasan lainnya.

Tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang rawan cedera akibat bersepeda. Cedera yang dimaksud bukan hanya terkilir atau sakit berkepanjangan, melainkan juga kesemutan dan kedutan setiap kali selesai bersepeda. Padahal seharusnya Anda tidak perlu merasa kesakitan atau rasa tidak nyaman lainnya setelah bersepeda.

Posisi Tangan yang Benar Saat Bersepeda

Supaya tidak menjadi semakin buruk, Anda perlu tahu posisi tangan yang benar saat bersepeda agar terhindar dari cedera berikut ini.

1. Pastikan sepeda nyaman untuk digunakan

Agar bisa terhindar dari cedera, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan dalam mengendarai sepeda. Sepeda yang tidak diatur sesuai kenyamanan penggunanya akan rentan menimbulkan cedera meski diatur oleh mekanik profesional sekalipun.

Penyetelan yang dimaksud tidak hanya meninggikan handlebar demi kenyamanan tangan Anda, namun juga penyetelan tinggi rendahnya sadel sepeda. Yang tidak kalah penting adalah mengatur posisi pergantian gigi agar nyaman digunakan.

2. Pilih handgrip sepeda yang nyaman

Anda juga perlu memperhatikan pemilihan handgrip. Agar terhindar dari cedera, Anda perlu membuat genggaman tangan menjadi nyaman dan caranya adalah memilih handgrip sepeda yang nyaman. 

Jika handgrip sebelumnya membuat Anda sering kesemutan, mungkin Anda perlu membeli handgrip baru. Pilihlah handgrip yang lembut sehingga mampu menahan goncangan selama bersepeda di jalanan terjal.

3. Posisi tangan jangan diam di satu tempat

Ketika bersepeda jarak jauh, sangat mungkin Anda mengalami kesemutan. Bisa jadi kesemutan ini tidak disebabkan oleh sepeda yang nyaman, namun disebabkan oleh tangan yang terus-menerus pada posisi yang sama.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengubah-ubah posisi tangan. Pindahkan posisi tangan agar tekanan selama bersepeda tidak hanya berada pada satu titik saja. 

4. Ringankan tekanan ke handlebar

Mengurangi tekanan pada handlebar tidak hanya bisa dilakukan dengan memindahkan posisi tangan, namun juga bisa dilakukan dengan mengalirkan tekanan ke bagian lain tubuh Anda, misalnya memindahkan aliran berat ke sadel dan siku.

Untuk memindahkan aliran berat ke sadel, Anda hanya perlu duduk tegak. Cara ini akan meringankan tekanan tangan ke handlebar. Cara lainnya adalah dengan sedikit menekuk siku. Selain mengurangi tekanan pada handlebar, cara ini juga membantu mengurangi goncangan. 

5. Posisi pergelangan tangan tidak menekuk

Posisi tangan yang benar saat bersepeda agar terhindar dari cedera adalah pergelangan tangan tidak menekuk. Jadi, posisi pergelangan harus lurus agar tidak menghambat sirkulasi darah ke pergelangan tangan.

6. Lakukan pemanasan sebelum bersepeda

Sama seperti jenis olahraga lainnya, Anda juga perlu melakukan pemanasan sebelum bersepeda. Dengan pemanasan, risiko mengalami cedera akan semakin kecil. Selain pemanasan, Anda juga bisa melakukan penguatan otot bagian perut dan punggung secara rutin. Tujuannya adalah agar kedua bagian otot ini mampu menopang berat tubuh bagian atas dan mengurangi beban pada tangan.

Nah, demikian informasi mengenai posisi tangan yang benar saat bersepeda agar terhindar dari cedera. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, mulai dari menyetel sepeda hingga membeli handgrip sepeda yang baru, akan membuat aktivitas bersepeda Anda semakin nyaman. Anda tidak perlu khawatir risiko cedera karena Anda sudah meminimalisir kemungkinan tersebut.

Senin, 20 April 2020

SehatQ.com: Amankah Menggunakan Hand Sanitizer Buatan Sendiri? Begini Cara Pembuatan yang Benar

Hand Sanitizer Buatan Sendiri

Hand sanitizer langka di pasaran. Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, masyarakat bisa membuat hand sanitizer sendiri dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan di apotek atau toko bahan kimia. Cara membuatnya pun sangat mudah, seperti yang ada di laman SehatQ.com.

Ada banyak tutorial pembuatan hand sanitizer yang bisa dilakukan sendiri. Dari sekian banyak tutorial yang ada, Anda sebaiknya memilih tutorial yang sesuai dengan standar WHO. Berikut ini adalah informasi mengenai cara pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO yang dikutip dari laman SehatQ.com

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Alat yang dibutuhkan untuk membuat hand sanitizer ini adalah :
  1. Gelas ukur
  2. Corong
  3. Jerigen atau botol bersih berukuran 1 liter
  4. Botol spray

Sedangkan untuk bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan hand sanitizer, dibagi menjadi dua, yaitu dengan menggunakan etanol atau menggunakan isopropil.
  1. Jika menggunakan etanol, gunakan etanol dengan kadar 96% sebanyak 833 ml
  2. Jika menggunakan isopropil, gunkan isopropil alkohol dengan kadar 99,8% sebanyak 751,5 ml
  3. Gliserin 14,5 ml
  4. Hidrogen peroksida 41,7 ml
  5. Air suling steril atau air minum yang telah direbus

Langkah Pembuatan Hand Sanitizer

Setelah menyiapkan alat dan bahan untuk pembuatan hand sanitizer serta sudah mengukur semua bahan sesuai dengan takarannya, sekarang saatnya Anda mulai proses pembuatan hand sanitizer. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Masukkan etanol atau isopropil ke dalam wadah jerigen atau botol bersih yang sudah disiapkan
  2. Masukkan hidrogen peroksida
  3. Masukkan gliserin dan pastikan jangan sampai ada yang tertinggal
  4. Tambahkan air suling steril hingga mencapai ukuran 1 liter kemudian langsung tutup jerigen atau botol yang digunakan sebagai wadah
  5. Kocok jerigen atau botol agar semua bahan tercampur merata
  6. Tuang campuran bahan di dalam wadah ke botol spray
  7. Simpan botol spray berisi hand sanitizer tersebut selama 72 jam untuk mematikan mikroorganisme yang ada
  8. Setelah 72 jam, hand sanitizer siap digunakan dan dibagikan

Apakah Hand Sanitizer Tersebut Aman Digunakan?

Proses pembuatan hand sanitizer yang mudah tersebut juga memunculkan keraguan di masyarakat, apakah hand sanitizer yang dibuat sendiri itu aman untuk digunakan? menurut penjelasan di laman SehatQ.com, hand sanitizer tersebut aman digunakan.

Pembuatan hand sanitizer berdasarkan panduan dari WHO tersebut memiliki aturan yang harus ditaati. Aturan tersebut berupa takaran tiap-tiap bahan yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer. Jika salah takaran, hand sanitizer yang Anda buat sangat mungkin tidak efektif membersihkan tangan. Bahkan kemungkinan terburuk adalah bisa merusak kulit.

Daripada repot membuat hand sanitizer sendiri, lebih baik Anda selalu membawa sabun kemanapun Anda pergi. Mencuci tangan dengan sabun terbukti lebih praktis dan tentu saja lebih efektif daripada menggunakan hand sanitizer.

Jika Anda membutuhkan hand sanitizer karena Anda tidak bisa menjalankan himbauan di rumah saja  namun juga masih ragu untuk membuat hand sanitizer sendiri, Anda bisa membeli hand sanitizer secara online di toko.sehatq.com. Harga yang ditawarkan pun masih tergolong wajar di tengah banyaknya oknum yang menaikkan harga hand sanitizer secara tidak wajar.

Selain hand sanitizer, di toko ini juga tersedia masker, sabun cuci tangan, obat-obatan, hingga perawatan kecantikan. Cara mendapatkannya sangat mudah selayaknya Anda berbelanja di toko-toko online atau marketplace pada umumnya. Jangan lupa manfaatkan promo yang tersedia agar bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan harga lebih murah.

Jumat, 10 April 2020

Ini Beragam Kode Telepon Dari Berbagai Negara

Kode Telepon Dari Berbagai Negara

Kamu yang memiliki teman, keluarga, ataupun pacar sekalipun yang berada di luar luar negeri tentu adakalanya ingin menelpon mereka, menanyakan kabar dan sebagainya. Namun hal yang harus diperhatikan ketika hendak menelpon orang yang di luar negeri adalah pastikan kamu mengetahui kode telepon internasional supaya dapat tersambung lewat telepon.

Lalu sebenarnya apa sih kode telepon yang bersifat internasional itu?

Setiap negara memiliki memilik kode teleponnya masing-masing. International Telephone Union (ITU) telah mengatur pengalokasian kode telepon tersebut untuk setiap negara. Jadi, kode telepon di setiap negara itu pasti berbeda-beda. Namun, ada dua negara yang memiliki kode telepon yang sama, yaitu Amerika dan Kanada, keduanya sama-sama menggunakan kode +1.

Sedangkan di Indonesia sendiri, kamu pasti sudah tahu bahwa kode telepon di negara ini adalah +62. Apabila ada orang luar negeri yang ingin menghubungi orang Indonesia, maka mereka harus menggunakan kode tersebut agar bisa tersambung.

Nah, dari pada penasaran, berikut beberapa kode-kode telepon yang berada di berabgai negara:

• Afganistan: 93
• Afrika Selatan: 27
• Afrika Tengah: 236
• Albania: 355
• Algeria: 213
• Amerika Serikat: 1
• Andorra: 376
• Angola: 244
• Arab Saudi: 966
• Argentina: 54
• Australia: 61
• Austria: 43
• Bahrain: 973
• Belanda: 31
• Bolivia: 591
• Belgia: 32
• Brunei Darussalam: 673
• China: 86
• Chili: 56
• Denmark: 45
• Filipina: 63
• Finlandia: 358
• Gabon: 241
• Hongkong: 852
• India: 91
• Indonesia: 62
• Italia: 39
• Jepang: 81
• Jerman: 49
• Kamboja: 855
• Kolombia: 57
• Korea Selatan:  82
• Korea Utara: 850
• Lebanon: 961
• Madagaskar: 261
• Malaysia: 60
• Maroko: 212
• Meksiko: 52
• Mesir: 20
• Monako: 377

Itulah beberapa kode telepon negara yang ada di dunia. Untuk menghemat biaya telepon ke luar negeri, kamu dapat menggunakan provider Smartfren dengan berbagai macam piliha kuota unlimited yang ada. Kunjungi situs Smartfren, smartfren.com, untuk mengetahui info lengkapnya.