Senin, 11 Juni 2018

Status Jomblo Kadang Berdampak Positif

Status Jomblo Kadang Berdampak Positif

Mempunyai pasangan mungkin di idamkan sebagian besar orang, karena berpikir tidak akan merasa kesepian.

Namun dibalik status jomblo ternyata ada suatu kebaikan yang kadang tak tampak.

"Banyak orang merasakan hal itu. Mereka sangat takut melajang, melebihi apapun. Seolah ini adalah hal paling mengerikan yang bisa terjadi," kata Müller.

Tak sedikit orang yang berpindah dari hubungan satu ke hubungan lainnya karena terlena dengan perasaan senang mendapat perhatian. Padahal, hal itu bisa meningkatkan risiko jatuh ke orang yang salah atau bahkan terjebak dalam "hubungan beracun".

Namun, orang-orang tersebut menganggap, bersama orang yang salah lebih baik ketimbang melajang.

Müller mengatakan, beberapa kliennya adalah orang-orang yang tidak pernah menyandang status lajang. Menurutnya, ketakutan mereka aneh.

Padahal, Müller menilai status lajang adalah kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri dengan lebih baik.

Ketika kita terus mendapatkan pujian serta kepercayaan diri berdasarkan apa yang dikatakan orang lain, maka kita akan bergantung pada mereka.

Contohnya, mungkin menyenangkan mendengarkan pujian cantik, hebat atau kata-kata indah dari orang lain. Namun, ketika kita tidak mengatakan hal yang sama pada diri kita sendiri, artinya kita hanya mendapatkan validasi dari luar.

Jika pasanganmu berselingkuh, mencintai orang lain selain dirimu, atau bahkan meninggal, validasi tersebut hilang.

Pada akhirnya, kita akan merasa terasing dan perasaan itu tidaklah baik.

"Namun, hal ini bukan karena melajang adalah hal yang buruk. Ini lebih dikarenakan ketergantungan kita terhadap validasi orang lain," ujarnya.

Jika kamu melakukan pendekatan hubungan seperti ini (menggantikan validasi yang hilang dari mantan pasangan dengan orang baru), maka kamu cenderung akan merasakan kebencian terhadap mantanmu.

"Orang-orang seperti ini adalah yang membenci mantannya, tidak mau lagi bicara dengan mantannya bahkan menghapus mereka dari kehidupan," kata Müller.

Sangat sulit untuk keluar dari siklus "racun" tersebut. Namun, siklus tersebut bisa diselesaikan dengan menerima status lajang meskipun kesempatan muncul di sekitar.

Hal itu akan menyebabkan kemerdekaan perkembangan emosional yang akan membantu emosimu lebih stabil.

Menurut Müller, jika kita memahami diri kita sendiri, kita akan cenderung memahami orang lain.

"Kamu akan lebih memahami kebutuhanmu dan ekspektasimu. Dan kamu akan memahami mengapa orang-orang tertentu melakukan apa yang mereka lakukan," ujarnya.

Mempelajari diri sendiri juga akan membantumu di masa depan ketika bertemu dengan orang yang tepat.

Kamu akan lebih menyadari bahwa sebuah hubungan adalah tentang saling memberi, bukan hanya menerima, dan kamu akan merasa lebih percaya diri karena kamu bisa mengatasinya jika hubunganmu sedang mengalami hambatan.

"Bayangkan dua orang yang saling mencintai diri mereka sendiri dan pasangannya setiap hari. Mereka memberi cinta satu sama lain alih-alih memintanya."

"Hubungan itu adalah hubungan yang indah dan itulah yang disebut hubungan sehat," kata dia.

0 komentar:

Posting Komentar